Penulis : H. Shufi Amri Tambusey Al-Maghribi, Lc., M.A.
Tebal : 236 Halaman
ISBN : proses
Harga: 60.000
Deskripsi:Pepatah arab mengatakan الشيءُ مِنْ مَعْدِنِهِ لاَ يُسْتَغْرَبُ yang secara bebas artinya: “Tak mengherankan kalau buah jatuh, tidak jauh dari pohonnya”. Begitulah agaknya sosok Tuan Guru Syaikh Abdul Wahab Rokan jika ditelusuri nasab biologis dan keilmuannya. Nenek moyangnya yang bernama Tuan H. Abdullah Tambusai, adalah seorang ulama besar lagi shaleh, “Apabila beliau berjalan, tidak kurang dari 40 orang murid mengiringinya”, seperti yang disebutkan di dalam mukaddimah buku Wasiat 44 Tuan Guru yang diterbitkan oleh Sjarikat Tapanuli-Medan.
Guru-guru beliau merupakan para alim ulama yang tersohor di masa itu, diantaranya: Tuan Syaikh Tengku Abdullah Halim Tambusai, Tuan Syaikh Muhammad Yusuf Minangkabau, Maulana Syaikh Sulaiman Zuhdi, Syaikh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan al-Hasani, Syaikh Muhammad Yunus Batubara dan lain-lain.
Melihat hal ini sudah selayaknya sosok seperti Tuan Guru Syaikh Abdul Wahab Rokan diumpamakan seperti pepatah arab yang berbunyi: هذا الشِبْلُ مِنْ ذَاكَ الأَسَدِ, yang bermakna: “Anak singa tentu berasal dari sang singa pula”. Maksudnya Adalah, karakter dan kelebihan seseorang itu menurun dari orangtua dan gurunya.

